Senin, 15 Agustus 2011

Operation Flashpoint Red River


Setting cerita berada di Tajikistan, yang merupakan sebuah negara kecil sempalan Uni Soviet yang berbatasan langsung dengan wilayah utara Afghanistan dan berada di ujung bagian barat RRC. Negara yang tidak dijelaskan secara detail kondisi politiknya itu, ternyata sedang mengalami darurat militer, dimana kewibawaan negara dirongrong oleh kekuatan militan dari kelompok kanan. Suatu hari pada 2013, pihak militan Tajikistan menyerang secara mendadak terhadap salah satu markas besar milik Marinir Pasukan Amrik (USMC) yang berada di bagian utara Afghanistan. DEmi mempertahan diri, maka pasukan USMC secara inisiatif langsung menyerbu masuk ke dalam wilayah Tajikitan untuk memburu dan membasmi kaum militan sayap kanan tersebut, di bawah nama sandi Operation Enduring Shield. Dan para pasukan yang terlibat dalam operasi itu disebut sebagai Outlaw.



Di tengah-tengah operasi perburuan itu, secara tiba-tiba PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) dari RRC menyerbu masuk ke dalam wilayah Tajikistan demi membalaskan dendam pada pasukan militan yang sama, karena pihak militan sebelum-sebelumnya sempat menyerang ke wilayah RRC itu. Maka secara kebetulan kedua belah pihak, yakni USMC dan PLA saling bertemu dan mungkin dikarenakan kekalahan pihak RRC ketika melawan Amrik di Pulau Skira pada OFP DR terdahulu, maka mereka meletupkan konflik militer secara terbuka untuk kedua kalinya melawan Amrik. Wilayah Tajikistan pun menjadi korban dari pertarungan antara kedua negara raksasa tersebut.

Seperti layaknya setting film aksi khas Holiwud, pihak Amrik mampu mengalahkan PLA yang berjumlah lebih banyak daripada pasukan militer Amrik itu. Disebabkan, pihak Amrik yang semula kewalahan akibat serbuan masif dari pihak RRC namun pada akhirnya bisa menahan dan mengusir kembali PLA kembali ke RRC, hanya dengan mempertahankan sebuah jembatan dan mendapat bantuan tempur dari pasukan Amrik yang berada di Afghanistan. Namun, secara keseluruhan ceritanya menjadi lebih membumi dan penulis lebih menyukai cerita pertempuran dengan model seperti ini. Terlepas dari kehebatan yang luar biasa dari tentara Amrik.


sebagaimana seri OFP terdahulu, maka OFP RR ini juga penuh bug. Penulis tidak tahu, apakah bug bug yang ada itu merupakan tradisi yang musti dijaga terus untuk selamanya atau hanya sekedar sebagai bentuk kekurangmatangan dari pihak pengembang dan penerbit OFP RR ketika meluncurkannya secara resmi ke hadapan publik, atau entah karena apa. Apa sajakah bug tersebut??

Sebagaimana seri sebelumnya, maka OFP RR ini juga memiliki tiga tingkat kesulitan yakni normal, experienced dan hardcore. Gamer berperan sebagai seorang prajurit marinir, Kirby (assault) dengan membawahi tiga anak buah lainnya Taylor (assault), Soto (sniper), dan Balletto (support). Pemilihan kelas senjata pada keempat prajurit dalam mode single player offline tak bisa diubah-ubah secara manual. Lalu secara teori, semuanya memiliki EXP point untuk bisa mengupgrade status senjata, dan khusus untuk si Kirby saja yang status karakter nya bisa diupgrade, sedangkan yang lainnya tidak bisa. Adanya EXp point untuk upgrade senjata, membuat senjata default bisa ditambahi berbagai asesoris untuk meng-efektifkan membunuh musuh dan skill tambahan untuk karakter tersebut. Khusus untuk Kirby, upgrade status karakter bisa meningkatkan kelincahan dan keakurasian dalam menggunakan senapan serbu M16 dan M4 carbine.

Namun, secara prakteknya muncul bug pada EXP point, yang mengakibatkan hanya si Taylor aja yang mendapat EXP point untuk mengupgrade senjatanya, sedangkan si Soto dan Balletto, entah mengapa gak mau jalan EXP point nya. Sehingga kedua karakter tersebut hanya bisa memakai senjata dengan asesoris default dan skill standar saja, berbeda dengan si Taylor.

Seusai memeriksa perlengkpan senjata dan skill yang ada, gamer bisa memilih mau mengikui mode kampanye single player yang close ended gameplay atau memilih single battle pada mode Fire Team Engagement (FTE), yang terdiri dari empat skenario dan setiap skenario terdiri dari dua peta level yang open ended gameplay, yakni :

[1]Last Stand, tujuan utama yakni Kirby dkk alias gamer harus bertahan dari serangan musuh yang datang secara bergelombang dalam batas waktu yang sudah ditentukan, semakin lama mampu bertahan akan makin memperbesar EXP points.

[2] CSAR, tujuan utamanya ialah menyelamatkan beberapa pilot amerika yang jatuh di wilayah musuh, dengan membawa mereka selamat tiba di tujuan untuk di jemput oleh helikopter penyelamat.

[3] Rolling Thunder, tujuan utamanya mengawal dan mengamankan konvoi kendaraan tempur pasukan Amrik ketika melewatai wilayah-wilayah yang masih dikuasai oleh musuh.

[4] Combat Sweep, adalah satu-satunya misi FTE yang paling mudah, sebab tujuan utamanya hanya menghabisi semua pasukan militan yang bersembunyi di wilayah pedesaan/perkotaan.

EXP point yang didapat akan semakin besar jika Kirby dan ketiga anak buahnya tidak tewas selama menjalankan misi-misi di mode FTE tersebut, jika ada yang tewas maka EXP point nya yang akan didapat menjadi berkurang. Jika menamatkan misi-misi di mode FTE itu, hasil EXP point nya akan bisa digunakan untuk mengupgrade senjata dan status karakter Kirby, dan akan bermanfaat sekali ketika gamer berniat mau menamatkan mode kampanye cerita.

Jenis persenjataan sih lumayan beragam, dimulai dari senjata pasukan Amrik, senjata-senjata milik militan Tajikistan dan PLA juga ikut menambha variasi senjata. Tetapi, secara default senjata yang dipakai oleh pasukan AMrik hanya terbatas dari senjata-senjata buatan Amrik saja, semisal M16, M4 Carbine, MP5, M21 dan SAW saja, belum termasuk tipe stinger, Javelin, pelontar granat, anti tank LAW, pistol, dll dsb dst. Senjata-senjata tambahan itu hanya bisa diperoleh gamer selama menjalankan misi-misi yang ada, biasanya sudah ditempatkan di beberapa titik tertentu, berikut kotak amunisi untuk berbagai jenis senjata yang berbeda.

Genre semi simulasi ini benar-benar dipegang erat oleh Codemasters, gameplay tidak akan sesusah seperti seri ARMA, namun juga tidak akan dibuat semudah seperti memainkan fps action seri Call of Duty.
Ketika masuk ke mode kampanye cerita, harap diingat bahwa gameplaynya bersifat close ended, jadi Codemasters mengharapkan agar gamer selalu mengikuti petunjuk-petunjuk arah obyektif misi yang ada, jika berusaha mencari jalan sendiri, biasanya akan membahayakan nyawa Kirby dan anak buahnya itu sendiri. Dan berujung pada pengulangan autosave yang terakhir, sebab di game ini sistem save nya hanya bersifat checkpoint saja. Jumlahnya pun tidak sebanyak seri Call Of Duty (COD), melainkan jarang-jarang dan jarak antara satu autosavegame dengan yang lainnya, sangatlah jauh.

JIka gamer ataupun anak buah yang tertembak, maka gamer bisa mengobati secara langsung dengan menggunakan health pack yang telah tersedia, jumlahnya pun tidak terbatas. Tahapan pengobatan pun ada dua, yang pertama untuk mencegah pendarahan dan yang kedua untuk menyembuhkan luka-luka yang ada. Dan tentu saja, selama mengobati diri sendiri atau anak buah, gamer harus memastikan jika kondisi di lapangan memungkinkan untuk melakukan pengobatan, jika tidak maka akan mudah menjadi sasaran empuk musuh. Di awal-awal cerita, musuh yang akan dihadapi USMC hanyalah pasukan militan Tajikistan saja, yang dipersenjatai dengan senjata-senjata buatan Rusia, namun begitu memasuki pertengahan dan akhir cerita maka pihak USMC akan melawan pasukan PLA.

Tingkat kepintaran diantara AI musuh juga beragam, ada yang pintar, setengah pintar dan tidak pintar. Terutama untuk pasukan militan, umumnya didominasi oleh AI yang tidak cerdas, sehingga suka menembak gak tepat sasaran dan bertingkah ceroboh. Tetapi mereka tetaplah menjadi pasukan yang mematikan disaat-saat tertentu. Sedangkan, pasukan PLA didominasi oleh AI setengah pandai, sebab tingkat akurasi tembakannya secara rata-rata lebih tinggi daripada pasukan militan Tajikistan. Peperangan yang terjadi di OFP RR ini, lebih didominasi oleh pertempuran jarak menengah dan jarak jauh, tidak seperti seri COD yang dominan atas pertempuran jarak dekat. Gamer akan sering membunuh musuh yang jaraknya diatas 100M, bahkan ada beberapa musuh yang harus dibunuh pada jarak diatas 200M. Maklum saja, setting peta level di Tajikistan memang mirip dengan sikon yang sebenarnya di wilayah Afghanistan, yakni wilayah tandus yang terbuka, banyak perbukitan disana sini. Pertempuran di jarak dekat, yakni yang kurang dari 100M sih tetap ada, tapi tidak banyak



Sensasi membunuh musuh yang berjarak ratusan meter itulah yang menjadi kehebatan utama dalam game ini, jangan kaget jika gamer/anak buah gamer secara tiba-tiba terluka oleh tembakan musuh yang nun jauh disana, sifat tembakan pun bersifat acak, bisa mematikan bisa tidak dan kalau lagi beruntung ya gamer/anak buah hanya akan terluka saja. Dan untuk membalas serangan-serangan tersebut, mau tak mau gamer musti membunuh musuh dengan sering-sering menggunakan mode AIM untuk membidik musuh, bukan lagi menembak musuh secara serampangan dengan menempatkan senjata di pinggang. Melainkan, gamer harus terus terbiasa untuk selalu membidik secara tepat melalui mata. Tentu saja, cara menembak musuh yang berjarak ratusan meter itu sangat berbeda ketika membunuh musuh yang berjarak puluhan meter saja. Ya akurasi tembakan musti disesuaikan seperti cara menggunakan senapan sniper di game Sniper Ghost Warrior.

Namun, jangan cemas, selama bertempur dengan pasukan militan maupun PLA, gamer tidak akan pernah merasa sendirian berperang sebagaiman di game-game fps action shooter lainnya. Disebabkan, gamer yang berperan sebagai Kirby, yang membawahi regu B dalam mode Kampanye cerita, hampir selalu ditemani dengan regu A dan C. Dan tentu saja, regu A dan C itu sepenuhnya dikontrol oleh AI secara otomatis melalui skenario pada peta-peta level yang ada. Selain itu, regu A dan C itu juga akan menjalani obyketif misi-misi yang berbeda dengan regu B, segala tindakan mereka di saat-saat tertentu akan sangat membantu regu B yang tengah menyelesaikan obyektif misi tertentu pula.

Para AI team, sebagai anak buah gamer bisa diperintahkan bermacam-macam hal, namun pilihan perintahnya hanya terbatas, semacam follow me, move there, hold position, secure/defend building, dst. Lho? ada perintah untuk mengamankan/mempertahankan bangunan?? YUp, ada saat-saat tertentu di peta level, yang mengharuskan/memungkinkan gamer untuk membersihkan beberapa bangunan rumah dari segala kegiatan musuh, lalu mempertahankannya secara mati-matian dari serangan balik musuh. AI team kadangkala suka bersikap tak pandai, begitu pula dengan AI musuh. Namun secara umum, tingkat kepandaian AI musuh/team lumayan pintar. Seperti diketahui sebelumnya, gamer bisa memulihkan diri sendiri ataupun teman satu tim. Namun, sesama anggota AI team kadangkala juga bisa menyembuhkan rekan-rekannya pula, sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh AI musuh, yang utamanya sering terjadi pada beberapa prajurit PLA. Lho kok bisa begitu??

Sebagai contoh, ketika gamer menembak sekelompok prajurit PLA pada jarak sekitar 200M, akan terlihat di teropong, ada beberapa prajurit yang tergeletak di tanah, sedang yang lain balas menembak atau sebagian lainnya sedang berusaha mendekati para prajurit yang sedang terluka itu. Yup, menembak dalam jarak jauh itu belum tentu membunuh musuh, bisa jadi hanya melukainya saja. Jika ada unit musuh yang terluka, maka unit yang lain akan berusaha mengobatinya. Pada saat mereka sedang melakukan pengobatan itulah, maka gamer bisa membunuh nya, sekaligus membunuh para prajurit yang terluka itu. Jika unit musuh yang terluka itu bisa disembuhkan maka mereka akan kembali bergabung bersama rekan-rekannya yang lain untuk kembali membalas serangan gamer dkk.

Hal yang sama, bisa pula terjadi pada AI team sendiri maupun yang ada di regu C ataupun regu lainnya. Kejadian-kejadian itu akan lebih sering muncul menjelang akhir pada mode kampanye cerita. Kesemuanya itu, pada beberapa hal menambah kadar simulasi ke dalam game ini. Disisi lainnya, AI Team takkan bisa mengobati gamer yang sedang terluka, walhasil gamer musti mengobati dirinya sendiri, jangan mengandalkan sesama rekan untuk bisa membantu gamer. Apalagi jika gamer tewas dalam pertempuran, terpaksa harus kembali ke autosave yang terakhir. Tindakan AI team/musuh yang secara otomatis bisa menyembuhkan sesama temannya sendiri yang sedang terluka itu, mengingatkan penulis dengan hal yang sama di mode single player Battlefield 2. Sedangkan di game-game lainnya, semacam COD ataupun di seri GRAW, bahkan di OFP DR pun penulis belum pernah melihat hal yang serupa seperti itu. Inilah salah satu hal yang membuat penulis menyatakan bahwa OFP RR itu lebih baik daripada prekuelnya.

Tetapi, hal itu bukan berarti menunjukkan jika AI Team pada OFP RR ini lebih sempurna daripada sebelumnya, sebab kadang-kadang, AI team suka bertindak sembrono dengan cara menempatkan dirinya pada tempat-tempat yang mudah diserang oleh musuh meskipun sudah diperintahkan oleh penulis untuk berlindung. JIka disuruh mengikuti penulis, kadang-kadang mereka juga menyelonong tanpa sebab yang jelas, ke arah moncong senjata yang sedang penulis tembakkan ke arah musuh. Meskipun disaat lainnya pula mereka juga suka memberitahu terelbih dahulu kepada penulis jika mau melewati moncong senjata yang penulis gunakan. Dan penulis termasuk beruntung, bahwa selama bertempur di OFP RR ini, para AI team/musuh hampir tak pernah menggunakan granat sebagai senjata, tetapi AI musuh malah menggunakan senjata anti tank, semacam RPG untuk menghantam posisi penulis dan rekan-rekan lainnya.

Musuh-musuh yang dihadapi, tidak melulu unit infanteri, tetapi juga ada unit panzer, unit heli tempur, dsb. Untuk menghadapi itu semua, gamer bisa menggunakan perintah minta bantuan tembakan artileri/bantuan serangan udara. Tapi, permintaan tersebut hanya bisa diakses pada beberapa peta level tertentu saja, selebihnya gamer musti mengandalkan senjata apa saja yang tergeletak di kotak senjata milik teman ataupun musuh. Soal mengendarai kendaraan, gamer hanya bisa mencoba menyetir jeep Humvee/jeep milik musuh, sedangkan kendaraan lain tidak bisa dikendarai. Area yang bisa dipakai untuk mengendarai jeep pun bisa dibilang terbatas.

Disayangkan, muncul beberapa bug, dan tingkah laku AI team yang agak aneh disaat-saat tertentu mengurangi keasyikan berperang. Apalagi, di setiap checkpoint yang ada, juga secara otomatis bisa menyembuhkan dan membangkitkan AI team yang telah mati secara otomatis. Unsur-unsur itu disatu sisi meringankan, tapi disisi lainnya malah terlihat kocak. Akan tetapi sEcara keseluruhan, meski terdapat berbagai pembatasan disana sini jika dibandingkan seri ARMA, banyaknya pertempuran di OFP RR ini lebih memuaskan daripada di OFP DR maupun pertempuran-pertempuran yang ada di Medal of Honor 2010 ataupun Battlefield Bad Company 2. Oh ya hampir lupa, gamer tidak bisa melakukan loncat manual seperti di seri COD, melainkan hanya bisa meloncat disaat-saat tertentu saja.

 Minimum Specifications:

   1. Windows XP SP2
   2. NVIDIA 7800 256mb or ATI X1800 256mb
   3. 2.4GHz Dual Core Processor
   4. DirectX Compatible Sound Device
   5. 1 GB Ram
   6. 6 GB Hard Disk Space
   7. Dual Layer DVD Rom Drive



Primbon Jawa First-person Shooter
Minggu, 14 Agustus 2011

The Lord of the Rings: Conquest

Berbeda dengan movie to game lainnya, game-game Lord of The Rings selalu mendulang sukses di pasaran. Novel karya J.R.R Tolkien ini menjadi lebih terkenal saat dibuat trilogy film-nya dan game-gamenya. Para penggemarnya sebentar lagi akan kembali menikmati kedatangan installment terbaru game-nya yang akan mengambil sub judul CONQUEST.



Dalam game ini kita akan dibawa kembali bertualang dan bertempur di dunia Middle Earth, dengan setting yang sudah sangat kita kenal seperti Rivendell, Weathertop, Mines of Moria, Minas Morgul, Osgiliath, Shire, Isengard, Helms Deeps, Pelennor Fields, Minas Tirith, Mount Doom, dan Black Gates of Mordor. Gameplay yang akan digunakan dalam game ini mengambil inspirasi dari game Star Wars - Battlefront. Kita akan memainkan seseorang dengan job (kelas) tertentu yang dapat di pilih dalam menunaikan tugas baik di sisi kebaikan atau kejahatan.

Tersedia empat job yang dapat dipilih oleh karakter yang akan kita mainkan diantaranya :

1. Warrior
Skill menonjol nya adalah kemampuan bertarung pada jarak dekat dengan berbagai kombo-kombo maut. Ahli dalam menggunakan berbagai senjata jarak dekat seperti pedang dan kapak.

2. Scout
Skill yang dominan pada job ini adalah stealth dan kecepatan. Menggunakan senjata ringan seperti pisau. Mengendap-endap dan menikam lawan dari belakang serta menghilang dengan cepat adalah beberapa diantara kemampuan kelas ini.

3. Archer
Mengandalkan serangan jarak jauh dengan busur panah. Terdapat beragam tekhnik serangan jitu dan akurat melengkapi skillnya. Juga terdapat beberapa tipe anak panah yang dapat mereka gunakan seperti panah api, panah racun dan lain-lain.

4. Mage
Mage adalah seorang penyihir, memiliki kemampuan sihir yang dipengaruhi berbagai element seperti api, listrik dan lain-lain untuk melibas lawan. Dalam pertarungan Mage juga menggunakan tongkat sihirnya untuk memukul mundur musuh. Dengan kemampuan sihirnya Mage dapat mengalahkan beberapa musuh sekaligus dalam setiap serangannya.

Figuran-figuran dalam game ini memiliki kelas-kelas tertentu seperti Captain dan Soldier Grunt. Kelas tersebut tidak dapat dipilih atau dimainkan serta memiliki kekurangan dan kelebihan. Selain itu dalam event-event tertentu kita dapat memilih dan menggunakan karakter hero seperti misalnya Gandalf atau Aragorn, yang dalam kejadian sebenarnya adalah melibatkan karakter tersebut misalnya Gandalf VS Saruman di menara Orthanc, Aragorn VS Nasgul di Weathertop.

Sebagaimana dikatakan diatas dalam game ini kita dapat memilih bertarung untuk sisi kebaikan atau kejahatan. Untuk sisi kebaikan kita akan memainkan misi yang sama persis seperti pada film atau novelnya sedangkan untuk sisi kejahatan yang kita mainkan adalah misi "seandainya". Kita baru akan memainkan misi pihak kejahatan apabila telah menyelesaikan Campain Mode dari pihak kebaikan. Misi-misi pihak evil akan bertolak belakang dengan apa yang kita lakukan pada misi-misi Good Campain.

Storyline dalam game ini tidak secara persis sama dengan yang ditampilkan dalam film atau novelnya, akan terdapat beberapa misi tambahan serta berbagai percabangan cerita untuk mendapatkan storyline yang berbeda.

Untuk urusan graphic pengembang menjanjikan kualitas lighting yang realistis. Sehingga adegan pertempuran kolosal akan dirasakan lebih nyata. Detil perkarakter juga memiliki kualitas render tinggi sehingga menambah kesempurnaan pada graphic game ini. Demikian pula halnya dengan gameplay kontrol yang akan memiliki tingkat responsif yang tinggi untuk menunjang kenyamanan dalam permainan.

Dalam game ini juga disertakan mode Multiplayer yang dapat dimainkan secara online atau offline. Adapun beberapa mode yang telah disediakan antara lain :

1. Conquest
Dalam mode ini kita akan saling memperebutkan dan menjaga area tertentu.

2. Capture the Flag
Kita akan saling memperebutkan bendera musuh untuk dibawa ke lokasi tertentu dan menjaganya agar tidak direbut lawan.

3. Stronghold
Mode ini menggunakan board game seperti pada game Risk, kita diharuskan menaklukan 1 per 1 wilayah Middle Earth.

4. Deathmatch
Dalam mode ini kita akan diterjunkan secara langsung ke medan perang, membabat musuh sebanyak-banyaknya.

5. Ring Bearer
Kita akan memainkan seorang hobbit yang membawa cincin kemudian dikejar-kejar oleh para Ringwraith untuk dibunuh.

Spesifikasi Minimum:

  1. OS: Windows XP/Vista
  2. Processor: Intel Core 2 DUO @ 2.4 GHz or Equivalent
  3. Memory: 1 GB
  4. Hard Drive: 6 GB Free
  5. Video Memory: 256 MB, nVidia GeForce 7800 (Pixel Shader 3.0)
  6. Sound Card: DirectX Compatible
  7. DirectX: 9.0c or 10
  8. Keyboard & Mouse
  9. DVD Rom Drive
Primbon Jawa Action
Jumat, 12 Agustus 2011

Call Of Duty: Black Ops

Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya pihak Activision telah merilis seri terbaru dari salah satu game FPS andalan mereka, yaitu Call of Duty: Black Ops. Seri ini akan ditangani oleh pihak Treyarch Studios. Selama ini, game-game Call of Duty buatan Treyarch, terkesan kalah pamor dengan seri Modern Warfare yang dikembangkan oleh Infinity Wards. Namun bagaimana dengan Black Ops ini? Apakah kali ini pihak Treyarch dapat kembali memberikan sesuatu yang istimewa bagi gamers?



Treyarch mengambil setting waktu yang cukup unik dalam Call of Duty: Black Ops ini, dimana pihak pengembang tidak menyuguhkan setting World War II, seperti game-game buatan mereka dahulu, namun juga tidak menyuguhkan medan perang modern ala Infinity Ward, melainkan kita akan dibawa ke dalam era perang dingin di tahun 1960an. Dalam game ini kita akan sering kali bertemu dengan tokoh-tokoh besar yang ada dalam dunia nyata.

Kisah dalam Black Ops ini dimulai dengan adegan ketika salah seorang prajurit bernama Alex Mnson ditangkap oleh kelompok misterius. Alex, karakter yang akan kita perankan sepanjang permainan ini, sepertinya menyimpan sebuah rahasia yang ingin dimiliki oleh kelompok tersebut. Oleh karena itu mereka berusaha menyiksa Alex sekaligus menyelediki masa lalunya. Dengan berbagai teknologi serta obat-obatan yang mereka miliki, mereka berhasil memaksa Alex untuk kembali mengingat kembali masa lalunya ketika sedang menjalankan tugas.



Ketika kita sedang bermain, kita mungkin akan berperan sebagai beberapa orang karakter yang berbeda, namun kisah dalam Black Ops ini tetap terfokus kepada Alex Mason serta semua ingatan-ingatannya. Melalui ingatan-ingatan tersebut, kita akan dibawa ke dalam beberapa tempat, mulai dari Cuba, Rusia, Laos hingga Vietnam. Dimana Black Ops ini, pihak pengembang akan mempertemukan kita dengan beberapa karakter, seperti Fidel Castro hingga salah satu Presiden Amerika yang paling terkenal, yaitu John F. Kennedy.

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, salah satu perbedaan yang ditawarkan oleh Treyarch dalam Black Ops ini adalah, mereka menceritakan storyline dalam game ini dari sudut pandang seorang Alex Mason. Jadi pihak pengembang tampak benar-benar menonjolkan karakter tersebut. Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, dimana karakter yang kita mainkan jarang sekali memiliki dialog, dalam Black Ops ini, kita akan sering mendengar dialog antara Alex dengan karakter-karater lainnya. Tidak hanya itu, disini kita juga akan sering melihat bagaimana wajah dari karakter yang kita mainkan.


Karena diceritakan dari sudut pandang seorang Alex Mason, maka disini kita dapat melihat bagiamana detailnya hubungan-hubungan antara para karakter, seperti hubungan antara Mason dengan Woods dan Bowman, partnernya saat sedang menjalankan misi, atau hubungannya dengan Viktor Reznov yang memberikan intrik tersendiri, hingga penyebab serta bagaimana kebencian Mason terhadap Dragovich.

Tanpa memberikan spoiler mengenai storyline, plot utama dari Black Ops ini adalah kisah dari Alex Mason yang memburu Nikita Dragovich, untuk membalaskan dendam pribadinya, sekaligus untuk menghentikan rencana Dragovich. Sepanjang misi-misi yang dijalaninya tersebut, Alex rupanya juga menemukan dan menyimpan sebuah rahasia penting, dan rahasia itulah yang saat ini diburu oleh kelompok-kelompok tertentu.

Pihak Treyarch sepertinya berhasil membangun sebuah kisah yang cukup solid dalam Call Of Duty: Black Ops ini. Sepanjang permainan kita akan diperlihatkan dengan berbagai intrik serta adegan-adegan yang cukup memukau dari kepingan-kepingan ingatan Alex Manson. Dan untungnya, kepingan-kepingan tersebut berhasil disatukan oleh pihak pengembang untuk menghasilkan sebuah ending yang cukup baik, walaupun mungkin sebagian dari kita sudah dapat menebak bagaimana ending dari game ini.

Secara keseluruhan, gameplay dalam Black Ops ini tidak terlalu berbeda dengan seri-seri Call Of Duty sebelumnya. Control yang ditawarkan juga tidak berbeda dengan seri sebelumnya, namun dalam Black Ops ini pihak pengembang menawarkan sebuah fitur baru yang memungkinkan kita melakukan "dive" dengan menekan tombol prone saat sedang melakukan sprint. Fitur ini sendiri mungkin cukup unik, namun sepertinya tidak berhasil diterapkan dengan baik, hingga tampak tidak terlalu berguna dan tidak memiliki efek yang cukup berarti saat melakukan combat.


Combat dalam game ini sendiri tidak berbeda seperti seri-seri sebelumnya. Alex Mason akan dapat melakukan prone, crounch serta melee attack. Dan bagi PC Gamers yang sempat kecewa dengan hilangnya fitur "leaning" dalam Modern Warfare 2 tidak perlu kuatir, karena fitur tersebut kembali dimunculkan oleh pihak Treyacrh dalam Black Ops ini. Dengan menekan tombol Q dan E, Alex dapat melakuakan fitur yang cukup membantu saat kita sedang berlindung tersebut.

Sistem health dalam Black Ops ini masih sama seperti seri-seri sebelumnya, dimana ketika kita terkena tembakan, maka layar LCD kita akan memerah, dan cukup menyulitkan kita untuk fokus pada musuh. Health dari karakter kita akan pulih dengan sendirinya apabila kita berlindung dari tembakan musuh selama beberapa waktu. Mungkin akan lebih menarik jika Treyarch memberikan beberapa perubahan dalam sistem health ini, mungkin sistem untuk menyembuhkan rekan kita seperti yang ada dalam Gears of Wars series.

Walaupun tidak memperkenalkan sesuatu yang benar-benar baru dalam bidang gameplay, pihak pengembang sepertinya berhasil untuk memunculkan kembali serta menyempurnakan beberapa fitur menarik yang ada dari seri-seri sebelumnya. Masih ingat dengan adegan saat kita menaiki "snow motor" dalam Modern Warfare 2? Adegan semacam itu juga kembali dihadirkan disini, dimana kita akan menaiki sebuah sepeda motor sambil menghabisi musuh-musuh yang menghadang kita.


Dalam seri-seri terdahulu dari Call Of Duty, kita sering menyerang lawan dari atas helikopter, dimana AI kawan kita yang akan mengemudikan helikopter tersebut. Dalam Black Ops, kita juga akan diberi kesempatan untuk mengemudikan berbagai kendaraan, seperti mobil, motor boat dan tentu termasuk juga helikopter. Adegan-adegan saat kita mengendarai berbagai kendaraan tersebut juga diperlihatkan dengan unsur cinematik yang cukup baik. Walaupun mungkin kita akan membutuhkan waktu untuk membiasakan diri saat mengontrol helikopter tersebut.

Call Of Duty: Black Ops sendiri menawarkan sekitar lima belas level yang dapat kita mainkan dalam mode single player. Dan sama seperti seri-seri sebelumnya (serta sama dengan game-game FPS pada umumnya), gameplay dalam Black Ops ini cukup linear, kita berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Namun bukan berarti game ini menjadi membosankan. Dalam setiap level, kita akan diberikan beberapa objective yang berbeda-beda. Seperti mempertahankan titik area tertentu, melindungi rekan kita atau menghancurkan tank-tank musuh.

Seperti ciri khas Call Of Duty, pihak pengembang juga memberikan berbagai variasi senjata yang dapat kita gunakan dalam Black Ops ini. Namun pihak Treyarch tidak hanya memberikan senjata-senjata standard, seperti M16, AK-47, Uzi atau Skorpion, namun kita juga akan dapat menggunakan senjata-senjata yang telah dimodifikasi dalam single player ini. Jadi kita dapat menggunakan M16 dengan Grenade Launcher atau Flamethrower, dan kita juga dapat menggunakan AK-47 yang telah dilengkapi dengan scope yang berbeda-beda.


Tentu saja bukan kita yang melakukan modifikasi tersebut dalam mode single player, namun senjata-senjata yang telah dimodifikasi tersebut akan banyak kita jumpai sepanjang permainan. Selain itu kita juga dapat menggunakan senjata yang menurut saya cukup menarik, seperti Crossbow, yang memiliki 2 buah tipe amunisi. Yang pertama merupakan peluru standard, yang dapat kita gunakan layaknya sebuah sniper, sedangkan yang kedua merupakan amunisi yang akan meledak dalam waktu tertentu. Sayangnya senjata ini hanya terdapat di beberapa misi tertentu.

Salah satu masalah terbesar dalam Call Of Duty: Black Ops ini mungkin ada pada AI. Baik AI dari rekan kita maupun AI dari musuh tampak tidak begitu baik. Disini, rekan kita akan cukup sering membantu kita dalam menghabisi musuh, namun seringkali pula, mereka tidak memperhatikan ada musuh yang berdiri dengan gagahnya di samping mereka. Yang lebih "menggelikan" lagi, musuh-musuh tersebut seringkali hanya sibuk mengincar karakter yang kita mainkan, sementara mereka tidak memperdulikan rekan kita yang berada lebih dekat dengan mereka.


Salah satu yang harus diperhatikan adalah, tampaknya pihak Treyarch memasukan unsur kekerasan yang lebih banyak dalam Call Of Duty: Black Ops ini. Disini kita dapat melihat beberapa adegan yang cukup sadis, seperti adegan ketika salah seorang karakter dibutakan matanya, atau ketika kita membunuh lawan dengan pisau, yang diperlihatkan dengan cukup detail. Bahkan dalam salah satu adegan kita juga dapat melihat salah seorang tawanan terpaksa harus menelan pecahan kaca jendela.

Call Of Duty: Black Ops ini menawarkan 4 buah tingkat kesulitan tiap misinya, yaitu Recuit, Regular, Hardened dan Veteran. Game ini menawarkan gameplay yang lebih panjang daripada Modern Warfare 2, namun juga tidak terlalu panjang. Saya sendiri menamatkan game ini dalam tingkat kesulitan Hardened dengan waktu 6 jam, tentu saja mereka yang lebih sering memainkan Call Of Duty series dapat menyelesaikan game ini lebih cepat lagi. Namun setelah menamatkan mode single player dalam game ini, kita juga dapat memainkan mode Zombie, seperti yang diperkenalkan dalam World At War. Mode Zombie dalam Black Ops ini tidak terlalu berbeda dan cukup menghibur.


Walaupun tidak menghadirkan sesuatu yang benar-benar istimewa dalam hal gameplay, namun melalui Black Ops ini, pihak Treyarch nampaknya berhasil membuktikan diri, bahwa game yang mereka kembangkan tidak kalah menariknya dengan Modern Warfare series yang dikembangkan oleh pihak Infinity Wards. Bahkan dalam beberapa hal mereka justru berhasil menggabungkan serta menyempurnakan fitur-fitur yang membuat sebuah game bertema FPS menjadi sangat menarik.

Kebutuhan Minimum:

  1. OS: Windows® Vista / XP / 7

  2. Processor:Intel® Core™2 Duo E6600 or AMD Phenom™ X3 8750 or better

  3. Memory: 2GB

  4. HDD:12GB

  5. Video: Shader 3.0 or better 256MB NVIDIA® GeForce® 8600GT / ATI Radeon® X1950Pro or better

  6. Sound: DirectX 9.0c-compatible

  7. DirectX: 9.0c











Primbon Jawa First-person Shooter

Call Of Duty: Modern Warfare


Setelah seri ke 3 yang beralih ke console, akhirnya Call of Duty kembali lagi ke PC. Dengan mengusung tema Modern Warfare, seri yang ke 4 ini akan mengambil tema pada masa sekarang, tidak lagi pada masa perang dunia ke 2 atau World War II.


Call of Duty 4 ini menyediakan 2 mode, yakni Singleplayer dan Multiplayer. Kita akan bahas Singleplayer terlebih dahulu. Dalam Singleplayer, kita akan bermain sebagai USMC (Sgt. Paul Jackson) dan S.A.S. (“Soap” McTravish) secara bergantian, sesuai dengan cerita yang ada. Singleplayer dalam Call of Duty 4 ini merupakan salah satu Singleplayer Campaign terbaik dalam FPS yang pernah ada. Infinity Ward selaku pengembang dapat mengemas cerita yang ada dan menyatukannya kedalam Gameplay dengan sangat sempurna sehingga kita dapat merasakan langsung bagaimana berada di medan perang. Tidak hanya sebagai USMC dan S.A.S. saja, dalam beberapa level kita akan berperan Gunner Helikopter/Pesawat. Masih sama seperti seri sebelumnya, dalam Call of Duty 4 ini tidak ada parameter ‘Health’ seperti game FPS pada umumnya. 3 tembakan di bagian dada sudah cukup untuk membuat kamu mengulang level yang dimainkan . Jadi, buat yang suka bermain ala rambo, berhati-hatilah .

Ditambah dengan AI yang lebih hebat, menjadikan Singleplayer ini menjadi benar-benar seru. Misi-misi yang disediakan juga cukup variatif, walaupun beberapa misi ada yang mirip. Dalam setiap misi kita akan ditemani oleh beberapa AI yang akan membantu kita. AI teman ini sama hebatnya dengan AI musuh, bahkan terkadang lebih hebat, terutama jika kita menjadi S.A.S., mereka bahkan tidak bisa mati . Sayang kita tidak bisa memberi perintah kepada AI tersebut . Hanya satu yang kurang dari mode Singleplayer ini, yaitu terlalu singkat. Ditambah dengan misi-misi yang ada begitu linearnya, mengulang Singleplayer akan terasa membosankan. Oh iya, sekarang di Call of Duty 4 ini memungkinkan untuk menembak menembus tembok, sehingga melukai musuh yang ada dibaliknya, walaupun dengan damage yang lebih kecil, hal ini akan sangat berguna, terutama di multiplayer .


Sekarang mari kita bahas Multiplayernya. Sepertinya Infinity Ward menjadikan Multiplayer Call of Duty 4 ini menjadikan pertunjukkan utamanya . Yap, perang yang sesungguhnya dapat kita rasakan di Multiplayernya, berkompetisi dengan pemain lain menjadi yang terbaik . Terdapat 5 mode dalam Multiplayernya, yaitu: Capture The Flag, Sabotage, Search & Destroy, Team Deathmatch, dan Free-for-all dan beberapa Map yang dapat dimainkan. Map-map yang ada semuanya merupakan map Singleplayer dengan beberapa perubahan agar lebih sesuai dengan Multiplayer.

Terdapat 4 Faksi yang dapat dimainkan: USMC, S.A.S., OpFor, dan Spetnaz. OpFor (Arab) dan Spetnaz (Rusia) tidak playable di Singleplayer, dan hanya menjadi musuh saja. Walaupun ada 4 Faksi, keseluruhan hanya ada USMC vs OpFor dan S.A.S. vs Spetnaz. Untuk defaultnya, USMC dan S.A.S. memiliki senjata yang sama, begitu juga dengan pilihan senjata untuk OpFor dan S.A.S..


Yang paling menarik dari Multiplayernya adalah adanya Level, mode Create-a-class, Perks, dan Challenge. Level digunakan untuk mengunlock senjata yang lebih kuat, dan terdiri dari Level 1 sampai Level 55. Mode Creata-a-class memungkinkan kita untuk membuat class sendiri dengan pilihan Weapon, Attachment, Grenade, dan Perks yang kita suka. Pada dasarnya kita diberi pilihan 5 class secara default, yaitu: Assault, Spec Ops, Heavy Gunner, Demolition dan Sniper. Beberapa senjata yang dapat digunakan antara lain: M16A4, AK-47, M4 Carbine, MP5, Dan Dragunov. Masing-masing senjata memiliki atribut sendiri-sendiri. Perks merupakan inventory tambahan dan skill yang dapat dipakai. Semakin tinggi levelnya, semakin banyak perks yang kita dapat. Beberapa perk dapat membantu kita membawa peluru lebih banyak, membawa RPG, damage peluru yang lebih besar, bahkan hingga tidak tampak di radar. Beberapa perks cocok digabungkan dengan satu class, namun tidak cocok dengan class yang lainnya. Sedangkan Challenge adalah objective yang jika diselesaikan akan memberikan experience yang berguna untuk naik level.

Selain hal diatas, ada satu lagi yaitu Kill Streak. Kill Streak merupakan membunuh musuh secara terus menerus tanpa mati. Dengan Kill Streak, kita dapat memanggil Off-Screen Support, seperti UAV, yang berperan sebagai radar, Airstrike bahkan hingga Helikopter. Seluruh support ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi kita . Fitur-fitur ini tentunya membuat betah dalam memainkan Multipayernya .

Graphic dalam Call of Duty 4 pantas mendapat acungan jempol. Benar-Benar Mantap! Indah sekaligus mematikan . Hal yang menarik adalah adanya Dynamic Lightning, Bloom dan Depth of Field. Implementasi Dynamic Lightning bahkan bukan hanya sebagai hiasan saja, tetapi juga berguna dalam Gameplay. Depth of Field juga cukup menarik, karena ketika membidik, seluruh yang ada lebih dekat akan buram. Hanya saja untuk efek lainnya terlihat cukup standar. Walaupun kita bisa menembak menembus tembok, tetapi temboknya tidak benar-benar bolong, alias hanya texture saja. Ledakan dari Airstrike juga biasa saja, kecuali efek asap dan percikan apinya yang sangat keren , sisanya biasa saja. Tidak ada bekas ledakan di tanah, bahkan masih utuh tanahnya . Memang sedikit physics yang ada dalam game ini, untuk beberapa Destructible Object saja dapat dihitung, seperti mobil, dan melon. Walaupun begitu, graphic dalam game ini sangat-sangat menawan. Desain kamuflase untuk karakter dari USMC dan S.A.S. dapat membaur dengan baik dengan lingkungan sekitarnya, sehingga akan sulit untuk mengetahui. Ditambah dengan efek asap dan ledakan, benar-benar menjadikan game ini begitu indah. Efek ketika terkena Stun Grenade dan Flashbang juga keren, tidak hanya layar putih saja, melainkan layar akan berbayang. Stun Grenade bahkan lebih keren lagi, layar akan blur dan kita akan menjadi ‘tuli’ sesaat .


Sound yang ada juga sangat bagus. Suara-suara ledakan, tembakan senjata, hingga teriakan orang begitu nyata. Ledakan Stun Grenade bahkan mampu menjadikan ‘tuli’ sehingga hanya terdengar suara “ngiiing” dan suara lain tidak terdengar. Suara dari AK-47 yang sedang ditembakkan betul-betul berbeda dengan suara dari M4A Carbine. Yang keren tentunya di Multiplayer, yaitu jika kita dekat teman yang sedang melempar granat, maka kita akan mendengar teriakan “Grenaaaddeee!!” atau ketika teman kita membunuh musuh, maka kita mendengar “Enemy Down”. Cool!  Voice Actor dalam game ini juga keren, dimana ketika kita bermain sebagai “Soap”, maka aksen Inggrisnya akan sangat kelihatan . Yang sedikit aneh mungkin ada di Multiplayer ketika kita bermain sebagai OpFor atau Spetnaz, karena kita akan mendengar suara orang Arab/Russia yang berbicara dalam bahasa Inggris, dan anehnya, cukup fasih .

Call of Duty 4 benar-benar sebuah game yang menarik, terutama dalam Multiplayernya. Cukup disayangkan karena Singleplayer dalam game ini cukup singkat. Jika memiliki akses internet yang cepat, maka mode Multiplayernya merupakan pilihan wajib, sangat sayang untuk dilewatkan . Biarpun begitu, Singleplayernya tetap menarik, dengan cerita yang solid dan aksi tembak-tembakkan yang terus menerus yang dapat membuat ketagihan. Ditambah dengan spesifikasi yang cukup ringan untuk ukuran game sekarang, maka Call of Duty 4 ini merupakan game wajib, terutama untuk penggemar FPS .
-=MINIMUM SYSTEM REQUIREMENTS=-

SOFTWARE REQUIREMENTS:

  1. Microsoft(R) Windows(R) XP/Vista (Windows 95/98/ME/2000 are unsupported)

  2. Microsoft DirectX(R) 9.0c)


HARDWARE REQUIREMENTS:

  1. CPU: Intel(R) Pentium(R) 4 2.4 GHz or AMD(R) Athlon(TM) 64 2800+ processor or any 1.8Ghz Dual Core Processor or better supported

  2. RAM: 512MB RAM (768MB for Windows Vista)

  3. VIDEO CARD: NVIDIA(R) Geforce(TM) 6600 or better or ATI(R) Radeon(R) 9800Pro or better

  4. SOUND CARD: 100% DirectX 9.0c compatible sound card

  5. HDD SPACE: 30MB of free hard drive space







Primbon Jawa First-person Shooter
Kamis, 11 Agustus 2011

Assassin's Creed II



Setelah menanti cukup lama, akhirnya Ubisoft merilis Assassin's Creed II bagi PC gamer. Selain dengan dilengkapi oleh sistem DRM terbaru milik mereka, pihak pengembang menjanjikan, bahwa walaupun sekuel ini dirilis lebih lambat dibandingkan dengan versi console, mereka tetap akan memberikan yang terbaik bagi PC gamer. Salah satunya adalah dengan memberikan kedua DLC yang bagi game ini langsung sejak awal. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah sekuel ini berhasil membawa perbaikan dibandingkan dengan seri sebelumnya?



Bagi yang belum memainkan seri pertama dari game ini dan ingin mengetahui dengan jelas bagaimana kisah sebenarnya dalam Assassin's Creed 2, disarankan untuk kembali menyelesaikan game sebelumnya. Karena kisah dalam game ini mengambil setting tepat dimana kisah dalam game pertama berakhir. Kita kembali akan berperan sebagai Desmond Miles, mantan bartender yang kini harus menjadi salah satu objek penelitian dalam Animus.

Seri kedua ini dimulai ketika Lucy, salah seorang peneliti yang sedikit ... "simpati" terhadap Desmond membawa kabur dirinya dan membawa Desmond untuk masuk ke dalam sebuah Animus baru yang diciptakan oleh kelompok Lucy sendiri. Jika dalam seri sebelumnya kita hanya dapat mengontrol Desmond untuk berjalan-jalan, kini kita akan dapat membuat Desmond melakukan beberapa hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukannya dalam Animus.

Kisah dalam Assassin's Creed II ini akan dimulai dengan mengambil setting di kota Florence, Italy. Ketika sudah memasuki Animus baru yang disebut dengan Animus 2.0, kita akan memerankan seorang tokoh baru bernama Ezio Auditore, menggantikan Altair, sang pahlawan dalam seri pertama. Berbeda dengan seri sebelumnya dimana kita langsung menjadi seorang Assassins yang berpengalaman, disini kita akan mulai mengontrol Ezio sejak dirinya masih baru saja dilahirkan! Pihak pengembang tampaknya ingin membuat kita benar-benar mengenal Ezio.

Tokoh baru ini sendiri digambarkan sebagai seorang anak bankir yang cukup kaya, yang juga memiliki hobi berkelahi. Namun perkelahian bukan merupakan satu-satunya kesenangan dari Ezio, dia juga digambarkan sebagai salah seorang "womanizer" yang terkenal di kotanya, dimana hal ini seringkali membuat dirinya terlibat dalam masalah. Keluarga Enzio sendiri cukup bahagia. Dia memiliki seorang kakak laki-laki, dan dua orang adik.

Namun sayangnya kebahagiaan keluarga mereka tidak bertahan lama. Salah seorang teman dari keluarganya menjebak Ayah Ezio, sehingga keluarga mereka dianggap sebagai penghianat kota tersebut. Bahkan Ayah, beserta Kakak dan Adik laki-laki Ezio harus dihukum mati dengan cara digantung! Untungnya sebelum itu ayah Ezio sempat berpesan agar dirinya mengambil beberapa barang di ruang rahasia keluarga mereka, sehingga Ezio sempat mempersenjatai dirinya untuk kemudian membawa kabur keluarganya yang tersisa keluar dari kota tersebut.

Info: www.gamexeon.com



Dragon Age 2

Setelah hampir dua tahun berlalu, kini sekuel kedua Dragon Age kembali menyapa penggemarnya. Latar belakang cerita tetap sama, masih terkait serbuan para Darkspawn. Bedanya, kali ini karakter Anda bukanlah anggota Grey Warden, melainkan seorang pengungsi bernama Hawke. Meskipun harus kehilangan adik laki-lakinya, Hawke dan keluarga berhasil meloloskan diri dari Lothering yang hancur menuju Kirkwall, kota dimana Hawke mulai angkat reputasi sebagai seorang champion.


Dragon Age 2 mengambil pola bertutur flash back. Sebagian cerita berlangsung pada masa lalu kemudian kembali ke waktu sebenarnya. Apa yang Anda lakukan pada awal permainan akan memiliki konsekuensi tersendiri di kemudian hari, hal yang sama yang juga diterapkan pada seri pertamanya. Formula inilah yang membuat seri Dragon Age menarik. Pilihan-pilihan moral yang Anda putuskan, yang sebelumnya Anda anggap baik, boleh jadi justru merupakan putusan yang buruk kemudian hari.

Dragon Age 2 tetap menganut konsep yang sama seperti sebelumnya, tetapi beberapa perubahan telah dilakukan Bioware demi menyempurnakan game ini. Perubahan paling mencolok adalah pada mode combat. Combat di desain ulang dan terbukti cukup mengesankan. Serangan Anda kini tidak lagi monoton. Berkat penerapan skill yang dapat diakses melalui hotkey, karakter Anda bisa melakukan serangan kombo yang mematikan.

Seperti seri pertama, Anda pun akan bertualang dalam suatu kelompok. Jika diinginkan, Anda dapat mengontrol langsung setiap NPC yang menjadi anggota kelompok Anda. Namun, bila ingin fokus karakter utama, Anda tinggal mengeset taktik untuk setiap NPC agar mereka bereaksi sesuai dengan perintah Anda.

Perubahan juga menyentuh opsi pengembangan karakter yang meliputi attribut, skill, dan magic yang tampaknya didesain ulang. Akan tetapi, perubahan yang hasilnya justru kurang mengesankan adalah pada kualitas grafik. Grafik sebenarnya bagus, tetapi sudut pandang yang terlalu dekat membuat Anda potensial kehilangan musuh di tengah pertempuran. Selain itu, lokasi permainan yang melulu di kota Kirkwall menyebabkan lingkungan permainan yang sebenarnya cukup indah menjadi terasa monoton. Kekurangan minor ini tidak banyak mengurangi kenikmatan bermain. Singkat kata, bagi penggemar game RPG, Dragon Age 2 tidak boleh terlewatkan.

Website Resmi: dragonage.bioware.com

Spesifikasi minimum:

  1. Microsoft Windows XP/Vista/7

  2. Intel Core 2 Duo 1.8 GHz

  3. 1GB  RAM (XP), 1.5 GB RAM (Vista/7)

  4. 256MB VRAM NVidia 7900/ ATI HD 2600

  5. 7GB Harddisk space

Primbon Jawa Role-Playing game