Kamis, 28 Juli 2011

Warcraft III: Reign of Chaos


Metode permainan pada Warcraft III: Reign of Chaos pada dasarnya tidak berbeda dengan permainan-permainan video RTS lainnya. Pemain mengontrol sebuah markas yang terdiri dari beraneka bangunan. Beberapa dari bangunan ini kemudian bisa digunakan untuk memproduksi unit pekerja dan prajurit. Bangunan yang dimiliki oleh setiap ras memiliki nama dan penampilan yang berbeda-beda, namun fungsi tiap bangunan itu pada dasarnya sama walaupun beberapa memiliki fungsi unik yang tidak dimiliki bangunan dari ras lain. Pemain juga bisa membangun sebuah bangunan mirip menara pertahanan untuk membantu melindungi markasnya.


Ada 2 sumber tambang utama dalam permainan Warcraft III: Reign of Chaos: emas dan kayu. Emas diperlukan untuk membuat bangunan dan unit, sementara kayu diperlukan untuk membuat bangunan dan unit tingkat lanjut. Emas diperoleh dengan menambang pada suatu bangunan mirip gundukan yang disebut "Gold Mine" memakai unit pekerja. Kayu sendiri diperoleh dengan menebang pepohonan yang terdapat di hampir setiap sudut peta permainan. Emas dalam jumlah kecil juga bisa diperoleh dengan membunuh unit musuh atau menjual barang-barang yang hanya bisa digunakan oleh Hero. Sumber daya lain yang dibutuhkan tapi tidak digolongkan sebagai tambang adalah food (makanan) yang menunjukkan populasi unit pemain. Food diperoleh dengan cara mendirikan bangunan pusat kota ataupun bangunan lain yang fungsinya kurang lebih mirip murah. Human misalnya, bisa menambah food dengan cara mendirikan bangunan Farm dan/atau Town Hall. Batas maksimal food dalam Warcraft III: Reign of Chaos adalah 90.


Penambahan terbaru pada permainan Warcraft III: Reign of Chaos yang tidak ada pada permainan Warcraft sebelumnya adalah adanya 2 ras baru yang bisa dimainkan: Undead dan Night Elf melengkapi ras Human dan Orc yang sudah ada sebelumnya. Human sesuai namanya adalah ras manusia. Orc merupakan ras raksasa dan monster yang gemar berperang. Undead adalah ras yang terdiri dari mayat hidup dan roh-roh jahat, sementara Night Elf terdiri dari peri malam dan makhluk-makhluk ajaib penjaga hutan. Setiap ras memiliki kelebihan dan keunikan yang berbeda dengan ras lainnya sehingga memakai ras tertentu juga memerlukan taktik yang spesifik agar bisa menang. Untuk menjaga keseimbangan antar ras, Blizzard Entertainment selaku pengembang dari Warcraft merilis patch (versi pembaruan untuk permainan video) dalam interval waktu yang tidak tentu dan bisa diunduh di situs resminya.


Penambahan lain dalam permainan ini adalah adanya unit yang disebut Hero. Keunikan Hero dibandingkan unit lainnya adalah ia memiliki kemampuan yang bisa ditingkatkan dengan menaikkan levelnya hingga maksimal level 10. Level bisa ditingkatkan dengan membunuh unit musuh dan setiap mendapat kenaikan level, Hero bisa mendapatkan kemampuan baru sehingga menambah nuansa RPG dalam permainan. Hero bisa dibunuh, namun ia bisa dibangkitkan kembali di Altar. Jumlah maksimal Hero yang bisa dibuat adalah 3 di mana setiap kenaikan zaman pada bangunan pusat kota, pemain mendapatkan akses untuk membuat Hero baru.


Warcraft III: Reign of Chaos juga menampilkan monster-monster liar yang disebut "creep". Monster-monster liar ini beragam dan kekuatannya bervariasi. Ada monster yang bisa dibunuh hanya dengan sejumlah kecil pasukan, namun ada juga unit yang sangat kuat dan bahkan kebal terhadap sihir. Mereka terletak di seluruh wilayah pada peta dan biasanya semakin kuat mereka, lokasi yang dijaga semakin penting bagi pemain. Jika dibunuh, mereka akan menjatuhkan sejumlah kecil emas bagi pemain dan juga poin pengalaman yang dibutuhkan bagi Hero untuk kenaikan level. Beberapa monster liar yang dibunuh juga menjatuhkan barang yang memberikan status tambahan maupun kemampuan khusus yang hanya bisa digunakan oleh Hero dan juga bisa dijual untuk mendapatkan emas.


Multiplayer
Warcraft III: Reign of Chaos juga memberikan kemampuan bagi pemainnya untuk bermain secara bersama-sama dalam permainan yang sama atau biasa dikenal dengan istilah multiplayer. Multiplayer bisa dilakukan lewat sambungan LAN maupun lewat sambungan internet. Pemain yang ingin bermain multiplayer lewat koneksi LAN harus membuat nama akun terlebih dahulu, lalu membuat ruangan khusus untuk bermain bersama-sama dengan pemain lainnya atau masuk ke ruang yang sudah ada. Bermain lewat sambungan internet sendiri pada dasarnya tidak berbeda dengan bermain lewat sambungan LAN. Blizzard Entertainment selaku pengembang Warcraft menyediakan server khusus untuk bermain lewat internet (online) bernama Batlle.net. Perbedaan pokok dengan bermain lewat LAN adalah pemain harus membuat akun Battle.net di situs yang bersangkutan sebelum bisa ikut bermain di Battle.net

Plot


Plot dalam Warcraft III: Reign of Chaos hanya bisa ditemui pada menu campaign (perang dengan misi-misi tertentu yang spesifik) dalam modesingle player (permainan tunggal). Ada 4 campaign berbeda di mana setiap ras memiliki campaignnya sendiri-sendiri (kecuali ras Orc dengan tambahan tutorial campaign untuk pemula). Jika pemain sudah menyelesaikan campaign dari suatu ras, maka pemain bisa melanjutkan kecampaign milik ras berikutnya dengan urutan Human, Undead, Orc, dan Night Elf sebagai campaign terakhir.

Cerita di Warcraft III: Reign of Chaos bermula ketika suatu desa di Kerajaan Lordaeron milik ras manusia diserang oleh gerombolan Orc. Pangeran Arthas selaku anak dari raja Lordaeron pun diutus untuk menangani masalah itu bersama penyihir wanita Jaina Proudmoore dan komandan perang senior Uther the Lightbringer. Setelah Arthas berhasil mengusir gerombolan Orc dan membebaskan penduduk desa, Arthas mulai merasakan adanya keanehan baru seperti adanya serangan dari makhluk mirip mayat hidup dan munculnya wabah misterius di Lordaeron. Semakin lama menyelidiki, Arthas mulai sadar bahwa ada iblis bernama Mal'ganis yang ingin memanfaatkan penduduk ras manusia (Human) sebagai tentara bagi kaumnya.

Arthas akhirnya berhasil mengalahkan Mal'ganis melalui pertarungan yang alot, namun Mal'ganis berhasil melarikan diri ke Kutub Utara sehingga Arthas memutuskan untuk mengejarnya. Di Kutub Utara, Arthas tanpa sengaja bertemu seseorang bernama Muradin yang sedang berada di Kutub Utara untuk menemukan pedang ajaib yang disebut Frostmourne. Arthas yang terobsesi mengalahkan Mal'ganis pun berusaha mendapatkan Frostmourne walaupun harus menyebabkan Muradin tewas. Arthas akhirnya berhasil membunuh Mal'ganis dengan bantuan pedang Frostmourne, namun tanpa sadar pedang itu juga mempengaruhi pikirannya. Ketika tiba kembali di istana Lordaeron, Arthas yang sudah dikuasai pedang itu membunuh ayahnya sendiri sehingga Kerajaan Lordaeron pun tertimpa kekacauan.

Arthas yang baru saja mengkudeta ayahnya sendiri kemudian bertemu oleh iblis lain bernama Tichondrius yang mengatakan bahwa Arthas sudah berhasil melaksanakan misi pertamanya sebagai bagian dari ras Undead. Arthas selanjutnya diperintahkan untuk menghancurkan pemukiman ras High Elf dan mengklaim sumur ajaibnya untuk memperluas kekuasaan Undead dan membangkitkan kembali Kel'Thuzad, pendeta Undead yang dulu dibunuhnya. Melalui Kel'Thuzad, Arthas mengetahui bahwa wabah di Lordaeron merupakan bagian dari rencana ras iblis bernama Burning Legion untuk masuk ke dunia dengan bantuan roh dukun bernama Lich King. Kel'Thuzad juga menjelaskan bahwa ia telah "dipilih" oleh Lich King sebagai salah satu anak buah kepercayaannya melalui pedang Frostmourne tersebut. Arthas dan Kel'Thuzad selanjutnya diperintahkan untuk membukakan gerbang antar dimensi dengan jalan merebut kitab sihir dari Dalaran, basis terakhir Kerajaan Lordaeron. Mereka akhirnya sukses memanggil Archimonde, pemimpin dari Burning Legion dan dengan kekuatannya, Archimonde menghancurkan sisa-sisa Kerajaan Lordaeron.

Di saat yang hampir bersamaan, Thrall, pemimpin tertinggi ras Orc, memutuskan untuk mengungsikan rasnya keluar dari tanah Lordaeron usai bertemu seseorang misterius bernama The Prophet (Sang Peramal). Di tengah perjalanan, kapal-kapal mereka terkena badai sehingga rombongan Thrall terpisah dengan rombongan Grom Hellsceam, saudaranya, hingga akhirnya terdampar di Kalimdor, tanah yang belum terjamah. Di Kalimdor, rombongan Thrall bertemu dengan ras manusia banteng bernama Tauren yang belakangan menjadi sahabat mereka. Rombongan Thrall akhirnya bertemu dengan rombongan dari Grom Hellscream yang terlibat peperangan kecil dengan ras manusia yang juga mengungsi ke Kalimdor usai runtuhnya Kerajaan Lordaeron. Thrall menyuruh Grom agar tidak mengganggu ras manusia lebih lanjut, namun Grom mengabaikannya sehingga Thrall menghukum Grom mengumpulkan kayu untuk mendirikan markas.
Grom selanjutnya menebangi begitu banyak pohon sehingga menggunduli sebagian hutan. Ulah Grom menggunduli hutan membuat Cenarius - dewa penjaga hutan Kalimdor - marah sehingga ia menyerang pasukan Grom. Pasukan Grom yang terdesak mencari dan meminum air dari suatu sumur ajaib agar bisa mengalahkan Cenarius, namun ternyata sumur tersebut sudah dikutuk oleh kekuatan iblis. Di saat bersamaan,pasukan Thrall yang dibantu Tauren berhasil mendesak ras manusia, namun tiba-tiba The Prophet muncul kembali dan menyatakan bahwa mereka harus bersatu karena Burning Legion sudah mendekati Kalimdor. Orc dan Human akhirnya memutuskan untuk bekerja sama memerangi pasukan Grom yang sudah dikuasai iblis sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan Grom. Grom sendiri akhirnya gugur setelah berhasil membunuh Mannoroth, iblis yang sebelumnya mengutuk dirinya dan ras Orc lainnya.

Di saat bersamaan, salah satu pemimpin tertinggi ras Night Elf bernama Tyrande Whisperwind terbangun dari tidur panjangnya dan menyadari bahwa ada makhluk-makhluk asing yang masuk ke Kalimdor. Khawatir bahwa mereka hanya akan menyebabkan kekacauan, Tyrande beserta Malfurion - pendeta tertinggi Night Elf - menyuruh rasnya berperang dengan mereka sehingga Night Elf terlibat perang segitiga dengan Burning Legion (Undead) dan koalisi Orc-Human. Di sela-sela peperangan, Tyrande membebaskan Illidan - saudara Malfurion yang dipenjara karena dituduh berkhianat - untuk membantu Night Elf. Illidan yang dibebaskan selanjutnya berhasil membunuh Tichondrius, salah satu jenderal Burning Legion, namun di saat bersamaan ia malah tergoda dengan kekuatan Tichondrius dan kemudian menggunakan kekuatan tersebut untuk dirinya sendiri. Malfurion akhirnya mengusir Illidan karena kekuatan barunya dianggap membahayakan ras Night Elf.
Di tengah peperangan antara koalisi Human-Orc dengan Night Elf, The Prophet kembali muncul dan mengatakan bahwa inilah saatnya untuk bersatu demi menghentikan rencana jahat dari Burning Legion sambil mengatakan siapa dirinya sebenarnya. Ras Night Elf akhirnya setuju melakukan gencatan senjata dengan Human dan Orc. Ketiga ras itu kemudian mendirikan garis pertahanan terakhir di dekat Pohon Keabadian yang diincar Archimonde untuk menguasai dunia. Peperangan berlangsung begitu sengit, namun pasukan Burning Legion akhirnya berhasil mengalahkan pasukan gabungan ketiga ras tersebut. Di saat bersamaan, Malfurion ternyata memiliki rencana rahasia dengan mengumpulkan roh-roh penunggu hutan sambil mengulur waktu lewat peperangan. Akhirnya, tepat ketika Archimonde siap mengklaim kekuatan pohon tersebut, roh-roh penunggu hutan meledakkan dirinya sehingga Archimonde hancur bersama dengan Pohon Keabadian dan rencana Burning Legion menguasai dunia pun gagal.

Info: 

Primbon Jawa Real-time strategy

Warcraft III: Frozen Throne

Warcraft III: The Frozen Throne adalah sebuah game real-time strategy komputer yang dikembangkan untuk Microsoft Windows, Mac OS, dan Mac OS X oleh Blizzard Entertainment; dan dapat dimainkan dalam Linux dengan menggunakan Wine atau Cadega. Game ini adalah hak ekspansi resmi dari game Warcraft III: Reign of Chaos dengan beberapa tambahan sepertihero tambahan untuk setiap ras, 4 campaign baru, sebuah ras netral baru (Naga), lima hero netral, kemampuan untuk mendirikan toko (shop) dan lain-lain. Selain itu, game ini juga memperkenalkan kembali unit laut (sea unit) yang muncul pada Warcraft II, namun hilang di Reign of Chaos.
Blizzard Entertainment secara teratur merilis Patch untuk memperbaiki bugs, menambahkan fitur baru, dan lain-lain.


Plot

Plot dalam Warcraft III: Frozen Throne hanya bisa ditemui pada menu campaign (perang dengan misi-misi tertentu yang spesifik) dalam mode single player (permainan tunggal). Ada 4 campaign berbeda di mana setiap ras memiliki campaignnya sendiri-sendiri. Jika pemain sudah menyelesaikan campaign dari suatu ras, maka pemain bisa melanjutkan ke campaign milik ras berikutnya dengan urutan Night Elf,Human,dan Undead sebagai campaign terakhir.(Orc mempunyai campaign sendiri.)

Cerita Warcraft III: Frozen Throne bermula ketika Maiev Shadowsong,sipir penjaga penjara Illidan Stromrage,mengejar Illidan di Azarha bersama Naisha,temannya.Di sana Illidan membuat pasukan perang bernama 'Naga'.ada yang berbentuk duyung,kadal,kura-kura,dan seekor burung aneh.Maiev mengejar sampai di Tomb Of Sargeras.Sialnya di sana Naisha mengorbankan dirinya demi keselamatan Maiev.
Karena terdesak,Maiev mengirim utusan kepada Tyrande Whisperwind dan Malfurion Stromrage.Illidan langsung melarikan diri. Di Silverpine Forest Malfurion pergi ke hutan memadamkan hutan dari kebakaran,sedangkan Maiev dan Tyrande membantu Prince Kael'Thes dari Human yang menyiapkan bantuan kepada atasannya.
Kael bersedia membantu Maiev mengalahkan Illidan (Malfurion kalap karena Tyrande tercebur ke sungai dan menghilang).Illidan akhir terkalahkan.malfurion lalu meneriaki Illidan bahwa Illidanlah penyebab kematian Tyrande.Illidan kaget dan bersedia membantu Malfurion tetapi Maiev bersikeras menangkap Illidan.Tetapi Malfurion berhasil menahan Maiev dan pergi bersama Illidan.
Ternyata Tyrande berada tak jauh dari Silverpine Forest dan diancam Undead.

Info: http://id.wikipedia.org/
Primbon Jawa Real-time strategy

Defense of the Ancients ( DotA)

Defense of the Ancients (atau disingkat DotA) adalah sebuah custom map (peta buatan) untuk permainan komputer buatan Blizzard berjudul Warcraft III: Frozen Throne, yang dibuat berdasarkan map "Aeon of Strife" dari permainan Blizzard lainnya, StarCraft. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menghancurkan "Ancient" musuh, sebuah struktur yang dijaga ketat di pojok kiri bawah atau kanan atas (yang satu untuk sisi sendiri dan yang satu lagi untuk sisi musuh). Kedua sisi yang bertarung adalah The Sentinel (pasukan penjaga) dan The Scourge(pasukan pembinasa).

 The Sentinel menjaga Ancient bernama Tree of the World (pohon dunia) di pojok kiri bawah, sedangkan The Scourge menjaga Ancient bernama Frozen Throne (tahta yang membeku) di pojok kanan atas.
Pemain dapat menggunakan tokoh kuat yang disebut "hero" (pahlawan), dan dibantu oleh pahlawan sekutu dan anak buah—petarung (creep) yang dikontrol oleh AI. Seperti dalam permainan peran (RPG), pemain dapat meningkatkan level tokoh pahlawan mereka dan menggunakan emas untuk membeli perlengkapan selama permainan.
Permainan ini dikembangkan dengan menggunakan World Editor dari permainan Warcraft III: Reign of Chaos, dan dirubah dengan dirilisnya The Frozen Throne. Terdapat berbagai konsep dasar, dengan yang paling populer adalah DotA Allstars, yang diurus oleh beberapa pembuat map selama pengembangan. Sejak dirilis, Allstars muncul dalam beberapa turnamen dunia, termasuk BlizzCon Blizzard Entertainment danWorld Cyber Games Asia, dan juga liga Cyberathlete Amateur dan CyberEvolution.

Pengembangan

Warcraft III adalah permainan ketiga dalam serial Warcraft yang dikembangkan oleh Blizzard Entertainment. Seperti Warcraft II, Blizzard memasukan "world editor" yang memperbolehkan pemain membuat skenario buatan (custom scenario) atau "map" (peta) untuk permainan, yang dapat dimainkan online dengan pemain lain melalui Local Area Network yang berkoneksi Virtual Private Network ataupun melalui Battle.net.Skenario buatan tersebut dapat berupa pembuatan/perubahan terrain, yang dapat dimainkan seperti permainan Warcraft biasa, atau skenario yang baru dengan tujuan, unit, barang dan peristiwa yang berbeda;Defense of the Ancients adalah salah satunya. Permainan ini dibuat oleh pembuat map (mapmaker) yang bernama Eul. Defense of the Ancients adalah skenario buatan yang berdasarkan skenario dalam permainan StarCraft yang dikenal sebagai "Aeon of Strife",dan lebih dikenal dari variasi DotA lainnya. Setelah dirilisnya versi ekspansi Warcraft III: The Frozen Throne yang menambah beberapa fitur baru dalam World Editor, Eul tidak melanjutkan skenario tersebut. Berbagai jenis DotA dibuat berdasarkan versi awal, tetapi Allstars adalah versi yang menjadikan Defense of the Ancients populer; skenario ini dikembangkan oleh pembuat map dengan nama Guinsoo. Setelah versi 6.x, pembuat map lainnya dengan nama IceFrog mengambil alih pengembangan skenario. IceFrog memperbaiki bug dan menambah fitur-fitur baru. Setiap versi yang dirilis disertai dengan changelog.Permainan ini mendapat dukungan kuat dari komunitas melalui forum resmi. Pengguna dapat memasukan ide hero atau barang baru, beberapa akan ditambah kedalam map.Pemain telah mengontribusikan ikon dan deskripsi hero serta membuat karya seni yang ditampilkan ketika map sedang loading, dan usulan untuk perubahan hero atau benda yang ada ditanggapi dengan serius; IceFrog pernah merubah hero baru dalam waktu kurang dari dua minggu setelah versi baru map dirilis.Versi skenario dimana hero musuh dijalankan oleh artificial intelligences (AI) juga telah dirilis.

Cara Bermain


Permainan ini terbagi menjadi 2 kelompok yang saling bertempur, yaitu Sentinel dan Scourge. Pemain tim Sentinel memiliki markas yang terletak di pojok kiri bawah, sementara pemain tim Scourge berbasis di pojok kanan atas map. Masing-masing markas dilindungi oleh tower(menara) dan gelombang unit-unit yang menjaga jalur menuju markas mereka. Di pusat markas kedua tim, terdapat "Ancient", yaitu sebuah bangunan yang harus dipertahankan oleh masing-masing tim. Bila Ancient salah satu tim dihancurkan, maka tim itu dinyatakan kalah dan permainan berakhir.
Setiap pemain mengontrol unit yang disebut Hero, sebuah unit kuat dengan berbagai kemampuan yang unik. Dalam Allstars, total Hero yang dapat dipilih mencapai 95 Hero, dan masing-masing memiliki kemampuan, taktik, kelebihan dan kekurangan yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Kerjasama tim adalah prioritas utama untuk membawa kemenangan; satu pemain yang sendirian sulit untuk membawa tim menang.Meskipun demikian, ada beberapa Hero yang—bila dimainkan dengan baik dan diberikan cukup banyak waktu untuk meningkatkan level—dapat mengubah jalannya permainan secara signifikan sendirian. Defense of the Ancients dapat dimainkan oleh sepuluh pemain dalam bentuk lima lawan lima dan tambahan dua tempat untuk juri dan pengamat.
Karena permainan ini bergantung pada memperkuat hero individual, tidak diperlukan manajemen sumber daya dan bangunan seperti dalam permainan bergenre real-time strategy.Membunuh unit yang dikontrol komputer memberikan pemain experience points; jika experience cukup, pemain dapat mendapatkan level. Naik level menambah ketangguhan hero dan besar damage yang dapat diberikan, dan memperbolehkan pemain meningkatkan kemampuan mereka. Selain mendapat experience, pemain juga mendapatkan sebuah sumber daya: emas. Cara pengumpulan sumber daya dalam Warcraft III diganti dengan sistem mendapatkan uang melalui membunuh musuh. Hero mendapatkan emas dengan membunuh unit, bangunan dan hero musuh.Dengan menggunakan emas, pemain dapat membeli barang untuk memperkuat hero mereka dan mendapatkan kemampuan. Beberapa barang dapat digabungkan dengan resep untuk membuat barang yang lebih kuat. Membeli barang yang cocok untuk suatu hero adalah taktik yang penting dalam permainan ini.
Allstars menawarkan berbagai jenis permainan yang dapat dipilih oleh host (pembuat) permainan pada awal permainan. Jenis permainan menentukan tingkat kesulitan skenario. Jenis-jenis permainan dapat digabungkan (misalnya, tingkat kesulitan mudah dan pemilihan hero yang acak), sehingga menampilkan lebih banyak pilihan.

Info: http://id.wikipedia.org/
Primbon Jawa Mod